Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Innalillahi.. Mau Jemput Anak, Guru SMKN 2 Tewas Terlindas Truk

 




 Frandika Amanudin, 34 menjemput anaknya di sebuah TK di Jalan Mastrip, Kota Probolinggo Jumat pagi (11/6) berujung tragedi. Itu setelah guru yang mengajar di SMKN 2 Probolinggo dan SMKN 2 Kraksaan itu mengalami kecelakaan maut.

Motor yang ia kendarai senggolan dengan motor lain. Selanjutnya, sang guru jatuh ke kolong truk dan terlindas truk yang masuk di jalanan kota.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 10.00. saat itu warga jalan Cangkring, Kelurahan/ Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu naik motor Suzuki Satria FUbernopol N 6382 SA

Frandika hendak menjemput anaknya yang masih balita. “Dia punya dua anak. Masih kecil-kecil. Yang paling besar 4 tahunan dan ada di TK di Jalan Mastrip. Infonya saat pulang sekolah di SKMN 2, Pak Fran ini mau jemput anaknya. Makanya dari sekolah ia kearah selatan,” kata rekan kerjanya di SMKN 2 Kota Probolinggo yang enggan disebutkan namanya.

Tak berselang lama, rekan Fran itu mendapatkan kabar bila Fran alami kecelakaan di simpang tiga, pertemuan Jalan Indragiri dan Jalan Mastrip.

“Saat saya datang, beliau sudah tergeletak tak bernyawa di jalan. Selanjutnya, ada mobil ambulans yang datang dan membawanya ke kamar jenazah,” terang pria berkacamata itu.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Fran itu melibatkan tiga kendaraan. Yakni Satria FU yang ditumpangi Frandika Amanudin sendiri, Honda Scoopy bernopol N 6104 PI yang dikemudikan Geo, 17, warga Pajarakan. Serta truk Tronton bernopol L 8301 UD yang dikemudikan oleh Sahid, 55, warga Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.

Sahid menerangkan, truk muat aspal yang dia kendarai melaju dari selatan ke utara. Truk itu baru mengambil material dari Banyu Biru, Pasuruan. Rencananya, aspal hendak dikirimkan ke Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Saat berada di lokasi kejadian, ada sebuah kendaraan yang sama-sama melaju dari arah utara. Saat itu, motor Honda Scoopy hendak belok ke arah barat atau masuk Jalan Indragiri.

Apesnya, di belakang Scoopy itu melaju motor Satria yang dikendarai Fran. Saat itu, Fran hendak menyalip dari kanan. Akhirnya motor Satria yang dikendarai Fran itu tabrakan dengan Scoopy yang dikendarai oleh Geo dan Tutik Agustina, 35 serta seorang balita.

“Jadi, motor Satria FU itu menabrak bagian samping depan motor matik yang hendak menyeberang. Tapi, motor matik itu tidak sampai terjatuh. Nah, motor satria ini yang terjatuh dan pengendaranya terpental jauh beberapa meter dari motornya,” kata Sahid.

Apesnya, saat terpental, Frandika jatuh ke kolong truk yang melaju dari arah selatan. Selanjutnya, Frandika bagian pinggang Frandika terlindas roda kanan depan truk.

“Jadi, saya sudah melakukan pengereman itu sampai berdiri. Tapi karena korban ini terpental cukup jauh dan masuk ke kolong truk, akhirnya terlindas,” tambah Sahid dengan mata berkaca-kaca.