Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Bripda Randy Tega Paksa Aborsi dan Enggan Nikahi Novia, Ternyata karena Ini..

  



Kasus kematian Novia Widyasari yang ditemukan bunuh diri di makam sang ayah masih menjadi sorotan. Fakta memilukan mengenai hal yang menimpa Novia mulai terungkap satu per satu.



Novia Widyasari nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami tekanan usai menjadi korban pelecehan seksual. Kekerasan tersebut sudah berulang kali menimpa Novia dalam durasi hampir dua tahun sejak 2019.



Bahkan ketika berpacaran dengan Bripda Randy Bagus Hari Sasongko, Novia sempat hamil sebanyak dua kali. Wanita asal Mojokerto itu terjebak dalam siklus kekerasan di dalam hubungan pacaran yang membuatnya terpapar tindak eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi.



Dua kehamilan tersebut tak ada yang berhasil lantaran Randy memaksa Novia untuk menggugurkan janin di perutnya. Sempat mengaku ingin bertanggung jawab, Randy dan keluarganya justru berpaling dari Novia.


Dalam pengakuannya, pria yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu menolak menikahi Novia karena masalah karier. Pada saat itu Randy diketahui tengah menjalani pendidikan kepolisian sebagai anggota Polres Pasuruan.

Namun mirisnya, Randy juga mengakui bahwa keputusan aborsi itu juga mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Novia yang hanya berniat meminta keadilan justru dituduh dan disalahkan oleh pihak keluarga.



"Dalam keterangan korban, pemaksaan aborsi oleh pelaku juga didukung oleh keluarga pelaku yang awalnya menghalangi perkawinan pelaku dengan korban dengan alasan masih ada kakak perempuan pelaku yang belum menikah dan kemudian bahkan menuduh korban sengaja menjebak pelaku agar dinikahi," tulis keterangan resmi yang dirilis Komnas Perempuan.



Demi menjaga karier dan nama baiknya, Randy memaksa Novia untuk menggugurkan kehamilan dengan berbagai cara, Bunda. Beberapa di antaranya yaitu dengan memaksa konsumsi pil KB, obat-obatan, dan jamu-jamuan.

Berdasarkan laporan yang diterima, Randy bahkan melakukan pemaksaan hubungan seksual karena beranggapan dapat menggugurkan janin di kandungan Novia. Dari hasil hubungan dengan Randy, Novia sempat dua kali hamil yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Pada kali kedua bahkan korban sampai mengalami pendarahan dan trombosit berkurang sehingga jatuh sakit. Tak hanya mengalami sakit fisik, wanita yang bercita-cita menjadi guru itu juga harus menerima luka batin. Baca di halaman berikutnya, Bunda.



Saat menjalin hubungan dengan Novia Widyasari, Randy Bagus diketahui memiliki hubungan dengan perempuan lain. Namun Randy bersikeras tidak mau memutuskan relasinya dengan Novia, Bunda. Hal itu membuat Novia mengalami gangguan kejiwaan yang hebat.



Sebagai korban, Novia merasa tidak berdaya, dicampakkan, dan disia-siakan, sehingga muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Novia didiagnosa mengidap obsessive compulsive disorder (OCD) serta gangguan psikosomatik lainnya.

Di saat kebingungan, Novia Widyasari telah berupaya mendapatkan bantuan ke Komnas Perempuan pada pertengahan Agustus 2021. Ia kemudian disarankan untuk segera melaporkan tindakan pelaku ke Propam.



"Komnas Perempuan berhasil menghubungi NWR pada 10 November untuk memperoleh informasi yang lebih utuh. Sebelumnya, Komnas Perempuan telah berupaya menjangkau korban aplikasi whatsapp (WA) dan sempat direspon korban untuk menanyakan prosedur pengaduan. Juga, melalui telpon, tetapi tidak terangkat," tutur keterangan resmi Komnas Perempuan.



Pada saat dihubungi oleh Komnas Perempuan, Novia menyampaikan bahwa ia berharap masih bisa melakukan mediasi dengan Randy dan orang tuanya, Bunda. Novia juga membutuhkan pertolongan konseling karena dampak psikologi yang dirasakannya.



Komnas Perempuan kemudian mengeluarkan surat rujukan pada 18 November 2021 kepada P2TP2A Mojokerto. Namun sayangnya, Novia Widyasari sudah tak sanggup menahan beban lukanya sehingga memutuskan untuk bunuh diri.



"Karena kapasitas psikolog yang terbatas dan jumlah klien yang banyak maka penjangkauan tidak dapat dilakukan sekerap yang dibutuhkan, tetapi juga sudah dilakukan dan dijadwalkan kembali di awal Desember. Berita mengenai korban telah mengakhiri nyawanya menjadi pukulan bagi kita semua, khususnya kami yang berupaya menangani kasus ini," tuturnya.



Setelah kasusnya viral, perbuatan yang dilakukan oleh Randy mulai terungkap ke publik. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka.


Sebelum dipaksa menggugurkan kandungan, Novia Widyasari pernah mendapat janji manis dari keluarga Randy bahwa mereka akan bertanggung jawab. Namun perkataan keluarga Randy justru berbeda, Bunda.

Randy sempat pergi tanpa memberi kabar kepada Novia. Setelah bertemu lagi, Randy memberikan empat butir obat kepada wanita malang itu.



"Sampai sore akhirnya korban mengeluh lapar dan berhentilah di tempat makan. Saat itu, ia merasakan perutnya sangat sakit. Waktu di bawa ke toilet, ternyata ada lendir darah yang keluar dari perutnya," tulis sahabat Novia dalam cuitannya di Twitter.



"Dia tahu bahwa itu janinnya tapi dia takut untuk melihatnya. Dua hari setelahnya, korban drop sampai akhirnya opname di salah satu rumah sakit. Sampai kondisi kritis waktu itu," tambahnya.



Novia semakin depresi dan nekat mengakhiri hidupnya. Kejadian ini menyita perhatian netizen hingga ramai dibicarakan di media sosial. Netizen meminta Randy yang diketahui seorang anggota kepolisian untuk segera ditangkap.



Hingga akhirnya Randy yang merupakan anggota Polres Pasuruan diamankan dan ditahan Bidpropam Polda jatim, Sabtu malam (4/12/2021).



"Alhamdulillah malam ini kami bisa mengamankan seseorang berinisial BGS (Bripda RB), profesinya anggota polisi yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten," kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, seperti dikutip dari detikcom.